Posted by: Agung Prabowo | May 21, 2008

Secret Society: A Very Brief Introduction

Kita ini sedang hidup dalam era keterbukaan (buktinya aurat yang notabene harus ditutupi aja dibuka untuk umum), namun jangan salah, kawan… Namanya kelompok rahasia itu masih saja eksis. Kita diberitahu Al-Qur’an bahwa, di Mesir (Egypt) pada jaman nabi Harun AS dan Musa AS (Aaron and Moses), Fir’aun (Pharaoh) sudah mempunyai satu klub penyihir yang sihirnya berupa ular-ular kecil dari tali habis dimakan ular dari tongkatnya Nabi Musa AS.

Hampir setiap negara mempunyai  secret society-nya sendiri. Entah berwajah lembaga sosial kemanusiaan (di Indonesia ada yang namanya ROTARY CLUB yang sebenarnya merupakan lembaga Impor dari USA), organisasi klenik (dulu pada jaman penjajahan Belanda kita mengenal namanya TV-maaf saya lupa kepanjangannya dalam bahasa Belanda, yang jelas kurang lebih artinya Perkumpulan Theosophy- dimana kita mendapat “kehormatan” karena dibentuk sendiri oleh founding father, eh founding mother Theosophy International, bernama Madame Helena Petrovna Blavatsky), atau malah berwajah lembaga beasiswa (Freemasonry – yang juga masuk ke Indonesia pada Jaman Penjajahan Belanda – dijadikan sebagai forum diskusi orang-orang Intelek Indonesia dan Belanda waktu itu), dan sebagainya.

Masalah terbesar masyarakat kita saat ini adalah, belum siapnya kita menerima kenyataan bahwa mereka eksis dan bahkan sempat berperan dalam penentuan kebijakan pemerintahan Kolonial Belanda waktu itu. (Cek di buku karya TH Stevens TAREKAT MASON BEBAS, atau Paul W. van der Veur FREEMASONRY IN INDONESIA: FROM RADERMACHER TO SOEKANTO). Diskusi tentang keberadaan secret society semacam ini dianggap diskusi yang ngga ilmiah, mengada-ada, dan hanya merupakan wacana. Padahal kalau kita sedikit lebih objektif mengamati, tak kurang dari 30.000 buku ditulis oleh banyak kalangan mengenai Freemasonry SAJA! Belum tentang Secret Society lain seperti Rosicrucian (Kelompok ini juga pernah masuk ke Indonesia, dibuktikan dengan adanya Keppres bung Karno – maaf saya lupa no dan tahunnya – bersama dengan Moral Rearmament Movement. Cek di buku Ridwan Saidi, FAKTA DAN DATA YAHUDI DI INDONESIA, dan Herry Nurdi JEJAK FREEMASON DAN ZIONIS DI INDONESIA), Illuminati (sebagian penulis menyebutkannya sebagai kelompok Garis Keras Freemasonry), Mafia (muncul di Sisilia, Italia, Rusia, Amerika), Yakuza (Jepang), Triad (China), dan lain sebagainya.

Di luar negeri,  penulisan buku tentang Freemasonry SAJA jauh lebih gila-gilaan. Sebagai contoh, Robert Freke Gould menulis GOULD’S HISTORY OF FREEMASONRY THROUGHOUT THE WORLD (baru sejarahnya saja) yang berkapasitas 6 Volume, Albert G Mackey juga menulis THE HISTORY OF FREEMASONRY yang berkapasitas 7 Volume. Itu belum termasuk tulisan mereka berdua yang lain, dan masih belum termasuk tulisan dari penulis yang lain.

Sekarang saya tanya, apakah lebih dari 30.000 buku yang ditulis baik oleh para Freemason sendiri maupun anti Mason tersebut menawarkan sesuatu yang hanya ada dalam dongeng saja? Kalo anda jawab ya, bisa saya pastikan betapa bodohnya mereka semua, termasuk saya yang mengangkat tema “dongengisme”, “legendaisme” yang “tak bisa dibuktikan kebenarannya” ini. Memang harus diakui bahwa, masih sangat banyak kesimpang-siuran dalam berbagai aspek Freemasonry itu sendiri (termasuk secret society yang lain). Contohnya saja, siapa bilang Freemasonry hanya punya 33 derajat tingkat saja? Ancient and Primitive Rite of Memphis-Mishraim aja punya 99 tingkat. Itulah perbedaan-perbedaan dan kontroversi yang selalu akan kita temui dalam pembelajaran Secret Society seperti ini. Kita harus selalu siap, jangan pernah memegang satu versi teori dan dianggap paling benar, karena itulah yang disebut narrow-minded.

Pada tulisan berikutnya, InsyaAlloh saya akan membahas masalah Freemasonry (yang dianggap sebagai secret society tertua, terbesar, dan terkontroversial di dunia) sedikit lebih luas. Sementara ini, silakan berikan usulan tentang masalah konspirasi dan secret society apa yang kira-kira perlu diangkat. Saya tak ingin menggurui anda, tapi saya ingin berdiskusi secara sehat dengan anda semua. Terimakasih.


Responses

  1. Mas Agung, Saya sih lebih suka menyebut Freemasonry itu Society with Secrets. Mereka bukan organisasi tertutup. Tetapi organisasi terbuka dengan banyak rahasia.

    Coba cek juga halaman ini http://www.freemasonsvic.net.au/content/magazine.html Majalah resmi Freemasonry Grand Lodge of Victoria Australia. Disana anda bisa mendownload majalah-majalahnya. Secara bebas.

  2. saya sudah satu tahun ini berburu buku ilmiah mengenai secret society, tapi karena saya berdomisili di palembang , agak susah mencari buku nya disini, tapi pada intinya saya benar2 yakindan percaya mereka itu adalah dajjal2 yang menguasai dunia, saya sangat setuju dengan mas agung semoga kita dapat lebih banyak mengetahui lagi gerakan2 mereka sehingga kita dapat memberikan info tersebut ke pada generasi 2 lain..

  3. to Hikmat Surya Permana:

    itu cover freemasonry. saya belum sempat membahas masalah ini lebih jauh dalam waktu dekat ini. ada beberapa paket dokumen untuk saya pelajari. mohon ditunggu dan doanya

    to hafiez:

    di jogja aja susah mas. ngga apa2, semakin susah semakin asyik. apalagi kalau kita mendapatkan, ada kenangan terhadap buku tersebut. saya juga ngga gampang kok dapetin buku-buku gitu, perlu banyak pengorbanan dan waktu yang panjang. tetap semangat.

  4. Sy tertarik dg artikel2 Maz agoeng, terus bersemangat nulis yach!!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: