Posted by: Agung Prabowo | October 13, 2008

Kritik terhadap terjemahan buku secret societies terbaru (Bagian I)

Beberapa minggu belakangan ini, saya mendapat beberapa email dan SMS yang meminta kesediaan saya mereview [2 SMS diantaranya malah memakai isilah meng-counter] satu buku terjemahan tentang secret societies yang terbit bulan Juli 2008 lalu, namun baru saya dapatkan di Jogja tanggal 5 Oktober 2008 kemarin. Terjemahan itu berjudul SECRET SOCIETIES: 21 ORGANISASI PERUSAK DUNIA (oleh Rajut Publishing House), sedangkan judul aslinya THE SECRET SOCIETIES HANDBOOK (oleh Cassel Illustrated, A Division of Octopus Publishing Group Limited), karya Michael Bradley. Edisi terjemahan itu saya beli dengan harga Rp. 45.000,- di Gramedia, dan entah kenapa sampai sekarang belum masuk ke toko buku langganan saya di Shopping Book Centre, sehingga saya bisa mendapat harga lebih murah. Memang, salah satu sebab buku terjemahan itu menjadi mahal karena edisinya yang lux, beberapa lembar halamannya memakai kertas licin, satu hal yang sebenarnya tidak perlu, karena dengan memakai kertas biasa pun sudah mencukupi dan bisa menekan harganya, itu jika tujuan penerjemahan dan penerbitan buku itu adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Tapi jika ada motif meraih keuntungan ya, itulah bisnis.

Memang, sejujurnya saya kecewa dengan buku itu. Penerjemahnya – mohon maaf kalau saya menyinggung anda, sayapun pernah berprofesi sebagai penerjemah dan editor satu novel konspirasi yang, tak perlu saya sebut judulnya disini, dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris dengan tingkat kesulitan yang tentunya sedikit lebih tinggi dibanding pekerjaan anda kali ini – terkesan dikejar deadline sehingga “lupa” melakukan riset dan saya lihat tidak punya kemampuan yang cukup dalam masalah secret societies. Benar-benar hanya meng-Indonesia-kan kata-kata dalam buku asli, tapi tidak menjembatani maksud pengarangnya, padahal penerjemahan kata-per-kata secara total dalam dunia penerjemahan Inggris-Indonesia bisa dikatakan tak mungkin dilakukan. Menjadi semakin lucu saja karena terdapat juga penerjemahan proper name, yang seharusnya tidak boleh diterjemahkan begitu saja (lebih baik ditulis aslinya lalu diberi footnote atau penjelasan dalam kurung), misalnya The Aquarian Conspiracy diterjemahkan sebagai The Aquarium Conspiracy (padahal ini adalah judul sebuah buku), Knight (ini nama orang) diterjemahkan menjadi “para jagoan”, Illuminati diterjemahkan menjadi Illuminasi,dan seterusnya, entah apa maksudnya ini.

Maaf beribu maaf, bukan saya tidak menghargai profesi penerjemah. Saya sejujurnya melihat profesi tersebut sangat mulia, bahkan selevel mujahid malah, karena bertugas menjembatani komunikasi antara pemakai dua bahasa yang tidak saling memahami. Dalam paragraf ini saya ingin memberitahu bahwa, banyak penerjemah di Indonesia yang tidak mengetahui kewajiban-kewajiban dan hak-haknya sehingga sering menjadi korban konspirasi penerbit berorientasi keuntungan duniawi semata, seperti yang pernah terjadi pada saya dan seorang teman yang bergabung dengan Mr. Joe Jussac untuk menerjemahkan novel konspirasi yang telah saya singgung di atas. Hak-hak penerjemah dilindungi Undang-undang Indonesia maupun Internasional. Hak-hak tersebut antara lain: hak untuk diakui sebagai karya tersendiri, hak untuk meminta waktu yang mencukupi, hak untuk disediakan referensi yang mendukung penerjemahan, hak untuk mendapat uang muka dan royalty, hak untuk dijamin kebutuhannya selama proses penerjemahan, hak untuk mendapat kontrak tersendiri dengan penerbit yang akan menerbitkan hasil terjemahan [catatan: khusus untuk seorang penulis dan seorang pemilik penerbit buku Islam Indonesia terkemuka, ini hak-hak penerjemah yang diatur undang-undang nasional dan internasional, bukan akal-akalan saya sendiri. Tolong hentikan kezhaliman anda selama ini dan kembalikan hak-hak tersebut pada penerjemah-penerjemah buku-buku yang anda terbitkan sebelum kami bertiga masuk.] dan sebagainya.

Namun jangan keburu senang dulu, karena penerjemah pun diikat dengan syarat-syarat minimal, diantaranya: menguasai bahasa sumber dengan baik (dalam konteks ini bahasa Inggris), menguasai bahasa sasaran dengan baik (dalam konteks ini bahasa Indonesia), mempunyai penguasaan materi yang standar (dalam hal ini 21 secret societies yang dibahas dalam buku itu), mempunyai akses pada referensi yang digunakan penulis aslinya (atau minimal internet untuk pencarian referensi), akses pada penulis asli (untuk menanyakan makna-makna istilah khusus yang dipakainya), dan masih banyak lagi. Itu saja yang sedikit perlu diketahui tentang penerjemahan, karena ini bukan artikel linguistik meski saya memang anak bahasa yang menyelesaikan D3 saya dengan TA (Tugas Akhir, semacam skripsi) mengenai masalah kesalahan terjemahan.

Saya teringat beberapa buku terjemahan dalam masalah secret societies and conspiracies sebelumnya yang bermasalah semacam itu, diantaranya: THE PROTOCOLS OF THE MEETINGS OF THE ELDERS OF ZION terbitan PT Hikmah yang menjadi bonus buku induknya THE INTERNATIONAL JEW ABRIDGED EDITION karya Henry Ford (saya mempunyai copy buku aslinya karena kebaikan seorang sahabat senior saya, bang Indra Adil), yang banyak sekali kesalahan fatalnya, salah satunya yaitu frase DESTRUCTIVE EDUCATION diterjemahkan menjadi PENGHANCURAN PENDIDIKAN, sehingga perlu saya angkat sebagai tema untuk Tugas Akhir saya. Lalu buku berjudul BAYANG-BAYANG GURITA: MENGUNGKAP PERGERAKAN FREEMASON DAN ORGANISASI ANTI ISLAM DUNIA terbitan Iqra Insan Press karya Jerry D. Gray, yang juga memuat banyak penerjemahan proper name yang malah membingungkan bagi orang seperti saya, sehingga mengurangi kekayaan muatannya yang sebenarnya cukup informatif dan edukatif. Ini sungguh sangat disayangkan, mengingat Indonesia sedang butuh buku-buku semacam ini.

Sungguh, saya tidak bermaksud meragukan kemampuan para penerjemah tersebut. Buktinya mereka “bisa” menerjemahkan proper name-proper name yang saya sendiri “tidak mampu” menerjemahkannya, karena beban yang disandang pemilik nama-nama tersebut. Seperti halnya penerjemah pertama novel konspirasi yang pernah saya garap bersama mr. Joe Jussac dulu, yang dengan “berani” menerjemahkan ayat-ayat Al-Qur’an dan Injil yang saya sendiri masih “takut” untuk menerjemahkannya tanpa memakai kitab-kitab suci tersebut versi bahasa sasaran (bahasa Inggris)-nya waktu itu. OK, sudah cukup curhatnya. Sekarang saatnya untuk memenuhi permintaan teman-teman yang “perlu” komentar saya tentang buku terjemahan berjudul SECRET SOCIETIES: 21 ORGANISASI PERUSAK DUNIA tersebut. Mohon digarisbawahi bahwa saya tak hendak menggurui anda seolah-olah saya paling pakar dalam masalah ini di Indonesia. Saya hanya berusaha memenuhi permintaan teman-teman semua. Berikut komentar saya, generally not specifically:

a. Halaman 7, bagian DAFTAR ISI, ada beberapa hal yang cukup “mencengangkan” bagi saya. Pertama The Assasin diterjemahkan menjadi “Mesin Pembunuh”. Saya tidak pernah menemui kata bahasa Inggris “Assasin” dari kamus WEBSTER NEW WORLD, LONGMAN, maupun OXFORD, atau di buku-buku mengenai secret societies lainnya, entah di kamus-kamus dan buku-buku lain. Kalaupun apologinya salah ketik, seharusnya Microsoft Word yang dipakai untuk mengetik memberi garis bawah merah pada kata itu, entah kalau fungsi spell-check nya dimatikan. Sejauh ini, yang saya ketahui adalah “Assassin.” Terjemahan The “Assasin” sebagai “mesin pembunuh” saya rasa juga tidak tepat, karena assassin dipakai dengan makna pembunuh dipakai sebagai kata benda dalam bahasa Inggris, dan sebagai kata benda (noun) biasa bukan sebagai sebuah proper name, Assassin tidak perlu memakai huruf A capital didepannya.

Lalu The Biderbergers yang diterjemahkan sebagai kelompok Hiderbergers, saya pikir ini cuma salah ketik saja. Yang benar yaitu The BILDERBERGERS/BILDERBERG.

Berikutnya, The Knight Templar diterjemahkan sebagai “Komplotan Jawara Templar.” Agak lucu bagi saya kata Knight diterjemahkan sebagai “Jawara” disini, sedangkan di halaman lain diterjemahkan sebagai “Jagoan” (saya bahas di bagian lain artikel ini). Ada istilah lain dalam bahasa Indonesia yang sebenarnya cukup popular untuk meng-Indonesia-kan kata Knight dalam konteks ini, yaitu “Ksatria.”

b. Halaman 8. Ada frase Majestik-12 The Abiary and The Aquarium. Ini membuat saya ketawa, hahaha, karena saya bingung ini bahasa apa. Setahu saya tidak ada kata “majestik” dalam bahasa Inggris, melainkan “majestic.” Lalu the Abiary dalam konteks secret societies juga tidak ada, karena setahu saya adalah “Aviary.” Terakhir, yang membuat saya benar-benar sakit perut, “the Aquarium”, yang meskipun ada dalam bahasa Inggris, tapi dalam masalah secret societies yang saya tahu adalah The Aquarian (pembahasan agak detail ada di bagian lain artikel sambungan nanti, insyaAlloh).

Berikutnya, The Order of Skull and Bones yang diterjemahkan sebagai “Komplotan Tengkorak dan Tulang-belulang,” yang seharusnya tidak usah diterjemahkan saja karena para pemerhati secret societies di Indonesia tentunya sudah paham dengan kelompok yang bermarkas di Yale University ini.

Lalu, The Round Table diterjemahkan menjadi “Komplotan Meja Bundar”, serta Trilateral Commission diterjemahkan menjadi “Komplotan Komisi Trilateral”, yang seharusnya juga tak perlu diterjemahkan. Tapi lucunya ada 2 proper name dalam bahasa latin yang mendapat perlakuan yang berbeda disini, yaitu Sionus Prioratus yang diterjemahkan sebagai “Komplotan Biarawan Sion”, yang memang sewajarnya diberi terjemahannya karena dalam buku-buku berbahasa Inggris memang sering disebutkan “Prieure de Sion (Priory of Sion),” namun sayangnya, untuk Opus Dei yang tidak diberi terjemahannya, yang seharusnya (kalau konsisten) dikasih kata “Pekerjaan/Karya Tuhan” dalam tanda kurung. Disini letak ketidak-konsistenan penerjemahnya (atau mungkin ke-belum tahu-annya).

c. halaman 14, bagian KATA PENGANTAR, ada kata yang sangat mengganggu, “bid’ah” yang saya sangat yakin merupakan terjemahan dari kata “heresy”. Kesalahan umum dalam buku konspirasi bahasa Indonesia. Padahal ketika kita melihat substansinya, “bid’ah” dan “heresy” merupakan dua kata yang jauh berbeda, baik penggunaannya maupun makna yang dikandungnya, kecuali anda pemakai “Trans-Religion Dictionary”, alias Kamus Lintas Agama yang dikembangkan dari Fiqh Lintas Agama, haha, bercanda. Jangan dianggap serius anak kalimat terakhir tadi, saya lagi iseng aja.

d. dalam bab Bohemian Club, halaman 37-44, memang disebutkan ada The Great Owl of Bohemia, yang dipuja anggota Bohemian Club, tapi sepertinya Michael Bradley lupa menyebutkan Moloch, dewa Israel yang diwakili burung hantu yang “disembah” tersebut.

e. halaman 68, John Robison penulis buku PROOFS OF A CONSPIRACY yang menguak tabir Illuminati Bavaria, dikatakan sebagai ahli kriminologi, padahal dia seorang Professor Natural Philosophy dan Secretary of the Royal Society of Edinburgh seperti yang tercantum pada title page bukunya tersebut. Apakah saya yang kurang membaca atau Michael Bradley yang salah ketik, atau penerjemahnya yang error disini? Original manuscript please…

f. dalam bab Freemasonry, halaman 72-84, banyak hal lucu yang sangat mengganggu. Karena saya agak lama “bergelut” dengan Secret Society yang satu ini, saya menemukan beberapa hal agak aneh bagi saya. Seperti sebelumnya, saya belum tau siapa yang harus bertanggungjawab disini, yang jelas, hati-hati ketika membaca bagian ini.

Pertama, Bradley lupa menjelaskan kenapa Freemasonry merupakan secret society, bukannya open society with secrets seperti apologi Freemasonry selama ini. Argument kenapa Freemasonry bukan secret society dengan pengajuan bukti mereka memproduksi majalah, nampang di iklan, dan sebagainya seperti yang sering Freemason ajukan harus diberikan counter yang memadahi supaya publik tidak bingung. Inilah satu kekhilafan fatal yang bisa membuat bab ini mudah di-counter oleh Freemason yang tidak terima “organisasi”nya dinyatakan sebagai secret society. Dan lagi, ketika hal ini dipatahkan, paragraf-paragraf berikutnya menjadi tidak ada maknanya lagi.

Kedua, ada peristilahan-peristilahan yang diterjemahkan secara kacau dalam bab ini secara umum. Ini menunjukkan bahwa sang penerjemah kurang mengetahui perbedaan makna Freemasonry, Freemason, Mason, Masonic, atau Vrijmetselaar. Istilah-istilah tersebut berbeda penggunaannya dan maknanya, jadi harus dibedakan penggunaannya, jangan asal tidak monoton hasil terjemahannya saja.

Ketiga, pada halaman 75, paragraf ke 3, ada kalimat “…empat komplotan di Inggris pertama kali berkoloni membentuk Great Britain (Kelompok Agung Serikat)”. Bagi pembelajar awal, kalimat ini sangat membingungkan. Seandainya saya dipercaya menjadi editornya, tentu akan saya ubah kalimatnya menjadi “empat loge (loji) bersatu membentuk untuk pertama kalinya apa yang kita kenal sebagai UGLE (United Grand Lodge of England, Loji Agung Inggris Bersatu) sekarang.”

Keempat, masih di halaman yang sama, paragraf terakhir, kalimat pertamanya berbunyi “Dalam The Hiram Key disebutkan bahwa para jagoan dan Lomas adalah orang-orang yang mengetahui cetak biru Freemasonry di bangunan Rosslyn Chapel dekat Edinburgh, Skotlandia, pada pertengahan abad ke 15.” See? Betapa “lacking of knowledge on what we are translating” membuat hasil terjemahan menjadi kacau balau, tidak hanya membuat buku asli kehilangan esensinya, tapi juga menyesatkan pembaca awam yang baru belajar tentang masalah ini. THE HIRAM KEY merupakan buku yang ditulis oleh dua Freemasons bernama Christopher Knight dan Robert Lomas, bukanlah buku yang tidak popular dalam dunia Freemasonry. Tapi terjemahan itu terlalu berani sehingga nama belakang salah satu penulisnya, Knight, diterjemahkan menjadi “para jagoan” sehingga kalimat tersebut menjadi menyesatkan, karena saya yakin, setelah nama tersebut diterjemahkan, sang penerjemah itu akan kebingungan sendiri, sehingga lanjutan kalimat berikutnya bukan lagi terjemahan dari buku asli, melainkan kalimat penerjemah sendiri yang dipantas-pantaskan supaya tidak kelihatan terlalu jauh dari text asli. Saya hanya bisa menduga (karena belum mempunyai buku aslinya) bahwa kalimat terjemahan tersebut seharusnya berbunyi kurang lebih “dalam Hiram Key, disebutkan oleh Knight dan Lomas bahwa mereka adalah orang-orang yang mengetahui cetak-biru Freemasonry di Kapel Rosslyn…” Dalam paragraf yang sama halaman berikutnya pada baris pertama, ada kalimat “…itu juga disebabkan para Masonic merahasiakan…” yang mungkin seharusnya berbunyi “…itu juga disebabkan karena para Mason merahasiakan…” karena “Masonic” merupakan adjective bin kata sifat, bukan noun binti kata benda. Masih dalam paragraf yang sama, kalimat ketiga berikutnya berbunyi “Selanjutnya para jagoan dan Lomas disebut para Masonic.” dimana kemungkinan kalimat tersebut seharusnya berbunyi “Knight dan Lomas menyebutnya sebagai Mason.” Benar-benar sebuah paragraf yang memusingkan, original text please…

Kelima, pada halaman 83 dijelaskan mengenai struktur kederajatan dalam Freemasonry dengan 2 paragraf yang kacau sehingga membuat bingung para novice learners on secret society. Paragraf kedua halaman tersebut memuat informasi bahwa “ada 3 strata dasar Freemasonry, yang disebut blue lodge. Blue lodge tersebut dibagi menjadi tiga strata, Entered Apprentice, Fellow Craft dan Master Mason. Strata selanjutnya adalah York Rite yang terbagi menjadi 10 strata. Selanjutnya adalah Scottish Rite yang memiliki 32 tahap ritual.” Kerancuan yang entah disebabkan penerjemahannya atau memang aslinya ini perlu saya jelaskan sebagai berikut: benar ada 3 tingkatan derajat dasar untuk hampir semua Ritus (terjemahan dari Rite) Freemasonry yang terdapat di dunia. Namun perlu digaris-bawahi bahwa, Scottish Rite dan York Rite bukan hanya dua-duanya ritus yang dikenal dalam Freemasonry. Selain itu, Scottish Rite bukan lanjutan dari York Rite, sebagaimana yang dikesankan oleh terjemahan buku Michael Bradley, dengan kata “selanjutnya” pada awal kalimat terakhir paragraf tersebut. Yang benar adalah, setelah mencapai derajat Master Mason (derajat ketiga tingkatan dasar/blue lodge), seseorang diijinkan memilih untuk melanjutkan karirnya baik ke Scottish Rite (sampai maksimal 32 derajat – derajat ke 33 merupakan derajat “kehormatan” yang tidak bisa dicapai setiap Freemason 32 derajat, sehingga jangan berpikir ada proses menuju ke derajat tersebut), York Rite (sampai maksimal 13 derajat), atau Ancient and Primitive Rite of Memphis Misraïm (sampai maksimal 99 derajat), dan sebagainya.

Keenam, pada paragraf berikutnya masih pada halaman yang sama. Ada informasi “siapapun yang sudah melalui seluruh tahap itu akan sampai ke tahap 33, tahap tertinggi…” Lalu ada kalimat lagi “Siapapun yang bisa meraih tahap 33 bisa bergabung dengan para Shriner (orang-orang yang memiliki strata tinggi). Strata Masonic berikutnya tidak bisa diketahui publik, karena sangat rahasia.” Ada 3 hal yang perlu saya klarifikasi disini. Satu, 33 derajat Scottish Rite bukanlah derajat tertinggi dalam Freemasonry, melainkan derajat tertinggi Scottish Rite Freemasonry, karena hampir semua Ritus Freemasonry (termasuk Ancient and Primitive Rite of Memphis Misraïm yang mempunyai 99 derajat) yang ada di dunia masih termasuk kedalam jenjang Freemasonry terendah, FREEMASONRY SIMBOLIK UMUM, dibawah FREEMASONRY ROYAL (KERAJAAN), dan tertinggi FREEMASONRY UNIVERSAL (3 jenjang ini dibahas dalam beberapa buku seperti RAHASIA GERAKAN FREEMASONRY DAN ROTARY CLUB karya Muhammad Fahim Amin, GERAKAN FREEMASONRY karya Muhammad Safwat As Saqa Amini dan Sa’di Abu Habib, JARINGAN GELAP FREEMASONRY DAN PERKEMBANGANNYA HINGGA KE INDONESIA karya A.D. El Marzdedeq, KEBANGKITAN FREEMASON DAN ZIONIS DI INDONESIA: DIBALIK KERUSAKAN AGAMA-AGAMA karya mas Herry Nurdi, dan sebagainya). Dua, Shriner merupakan salah satu appendant body Freemasonry yang nama resminya yaitu Ancient Arabic Order of the Nobles of the Mystic Shrine. Didirikan tahun 1871, oleh dua orang Dr. Walter M. Fleming, M.D., and William J. Florence, dan sering disalah-kaprahkan sebagai Ritus Islam dalam Freemasonry. Sampai tahun 2000, keanggotaannya memang masih terbatas pada mereka yang sudah mencapai 33 derajat Scottish Rite atau 13 derajat York Rite (bukan hanya Scottish Rite), namun setelah itu (sudah berjalan kurang lebih 8 tahun sampai tahun ini), siapapun yang sudah mencapai derajat ketiga dasar (Master Mason) bisa langsung masuk Shriner. Ini jelas kekurangan Michael Bradley yang menggunakan data yang, maaf, kadaluwarsa. Tiga, appendant body dalam Freemasonry bukan cuma Shriner. Masih ada yang disebut Mystic Order of Veiled Prophets of the Enchanted Realm (atau yang terkenal sebagai Grotto), Order of Quetzalcoatl, Swedenborgian Rite, Royal Order of Jesters, dan sebagainya. Itu saja respon saya terhadap bab mengenai Freemasonry secara sangat ringkas.

g. halaman 88, bab tentang The Golden Dawn, pada baris keenam dari atas ada istilah “buku suci Freemasonry”, dan beberapa baris berikutnya pada paragraf yang sama ada istilah “buku suci Masonic”. Ketidak-konsistenan penerjemahan ini bagi saya terasa aneh, dan saya sempat berpikir agak lama apa yang dimaksud dengan “buku suci Masonic” tersebut. Setelah relaksasi agak lama dan membaca lagi buku-buku tentang Freemasonry lainnya saya baru temukan ternyata 2 istilah itu kemungkinan sangat besar adalah terjemahan dari MASONIC BIBLE (Injil Masonik). Kesimpulan saya tersebut ternyata cocok ketika saya cross-check ke beberapa buku yang membahas tentang The order of the Golden Dawn, finally… Selain itu, sistem kederajatan The Golden Dawn yang tidak diberikan oleh Michael Bradley akan saya berikan pada beberapa paragraf selanjutnya, insyaAlloh.

Lalu pada halaman 89. Ada pembahasan tentang Sephiroth. Sephiroth dalam Kaballah memang terdiri atas 10 poin, tapi Michael Bradley lupa menyebutkan ada 2 versi sephiroth yang eksis. Dua versi tersebut yaitu: (dikutip dari Wikipedia dengan entry Sephirot)

Sephiroth berdasar Rabbi Moses ben Jacob Cordovero:

Keter – Crown – Divine Plan/ Creator/ infinite light/ Ehyeh Asher Ehyeh – I AM THAT I AM (Supreme/ Total Consciousness)
Chokmah – Divine Reality/ revelation/ Yesh me-ayin – being from nothingness (Power of Wisdom)
Binah – Understanding/ repentance/ reason (Power of Love)
Chesed – Mercy/ Grace/ Love of (intention to emulate) God (Power of Vision)
Gevurah – Judgment/ strength/ determination (Power of Intention)
Tipheret – Symmetry/ balance/ compassion (Creative Power)
Netzach – Contemplation/ Initiative/ persistence (Power of the Eternal Now)
Hod – Surrender/ sincerity/ steadfastness (Intellectual/ Observational Power)
Yesod – Foundation/ wholly remembering/ coherent knowledge (Power of Manifesting)
Malkuth – Lower Crown – Kingdom/ physical presence/ vision and illusion (Power of Healing/ Accomplishment/ Level of Realization of Divine Plan)

Sephiroth berdasar Rabbi Isaac Luria:

Chokmah – Divine Reality/ revelation/ Yesh me-ayin – being from nothingness (Power of Wisdom)
Binah – Understanding/ repentance/ reason (Power of Love)
Da’at – Knowledge, the bridge between the intellect and emotion
Chesed – Mercy/ Grace/ Love of (intention to emulate) God (Power of Vision)
Gevurah – Judgment/ strength/ determination (Power of Intention)
Tipheret – Symmetry/ balance/ compassion (Creative Power)
Netzach – Contemplation/ Initiative/ persistence (Power of the Eternal Now)
Hod – Surrender/ sincerity/ steadfastness (Intellectual/Observational Power)
Yesod – Foundation/ wholly remembering/ coherent knowledge (Power of Manifesting)
Malkuth/ Lower Crown – Kingdom/ physical presence/ vision and illusion (Power of Healing/ Accomplishment/ Level of Realization of Divine Plan)

h. Pada halaman 96, bab tentang Illuminati, Michael Bradley mengawali penjelasannya tentang Illuminati dengan kalimat “organisasi rahasia paling kuat.” Tidak terlalu jelas maksudnya, karena kenyataannya banyak organisasi yang dicap sebagai Illuminati (bentuk plural dari Illuminatus dalam bahasa Latin, yang bermakna yang tercerahkan, sebanding dengan istilah Gnostik maupun Buddha), dan terkadang istilah Freemasonry pun sering dipakai secara interchangeable dengan Illuminati. Ini bikin kacau. Sebelum tahun 1776 dimana “Illuminati” (saya kedepan akan menyebutnya Bavarian Illuminati/ Bav Illuminati) “muncul), pada masa Inquisisi muncul gerakan Kristen bernama Alumbrados (bahasa Spanyol yang artinya tercerahkan juga). Rosicrucian pun sering dikatakan sebagai Illuminati, karena berhubungan dengan pengetahuan esoterik dan pencerahan. Dari sini, bukunya Bradley tidak memberikan hal baru yang memudahkan pembacanya untuk mengetahui secara pasti apa itu “Illuminati” (dalam konteks ini bav Illuminati).

Lalu pada halaman 98, dalam paragraf kedua ada informasi bahwa Illuminati meniru struktur organisasi Jesuits dan Freemasonry. Dalam beberapa hal memang mirip, tapi tanpa chart, bagaimana para novice bisa mengetahui letak kemiripannya. Coba kita buktikan dengan melihat beberapa struktur kederajatan berikut ini: (untuk Freemasonry Scottish, York, dan Memphis Mishraim Rite anda bisa baca lagi pada artikel saya BEBERAPA VERSI STRUKTUR TINGKATAN KEDERAJATAN DALAM FREEMASONRY di blog ini. Artikel ini sekaligus sebagai tambahan tentang sistem kederajatan yang ada dalam The Golden Dawn yang belum terdapat dalam artikel tersebut. Untuk struktur Jesuit, saya lupa dimana saya menyimpannya, kalau sudah ketemu insyaAlloh akan saya update bagian ini.)

Sistem Kederajatan ILLUMINATI [John Robison, PROOFS OF A CONSPIRACY: halaman 135]

Tingkat NURSERY:

Preparation

Novice
Minerval
Illuminatus Minor

Tingkat MASONRY

Symbolic

Apprentice
Fellow Craft
Master

Scotch

Illuminatus Major, Scotch Novice
Illuminatus Dirigens, Scotch Knight

Tingkat MYSTERIES

Lesser

Presbyter
Priest
Prince
Regent

Greater

Magus
Rex

Sistem Kederajatan: [David A. Barret, A BRIEF HISTORY OF SECRET SOCIETIES: halaman 213]

SOCIETAS ROSICRUCIANA ——- GOLDEN DAWN

FIRST ORDER —————————– OUTER ORDER
———————————————– 0 º = 0 º Neophyte
I. Zelator ———————————- 1 º = 10 º Zelator
II. Theoricus  —————————– 2 º = 9 º Theoricus
III. Practicus —————————– 3 º = 8 º Practicus
IV. Philosophus ————————– 4 º = 7 º Philosophus

SECOND ORDER ————————– SECOND ORDER
V. Adeptus Minor ———————– 5 º = 6 º Adeptus Minor
VI. Adeptus Major ———————- 6 º = 5 º Adeptus Major
VII. Adeptus Exemptus —————- 7 º = 4 º Adeptus Exemptus

THIRD ORDER —————————- THIRD ORDER
VIII. Magister Templi —————— 8 º = 3 º Magister
IX. Magus ——————————— 9 º = 2 º Magus
———————————————- 10 º = 1 º Ipsissimus

Tiga sistem tersebut saya rasa sudah cukup sebagai perbandingan kederajatan dalam Illuminati, yang dinyatakan Bradley mengadopsi sistem yang terdapat dalam Freemasonry. Perlu diperhatikan, Magus sebagai tingkatan derajat yang tinggi dalam ketiga “organisasi” tersebut juga dipakai sebagai tingkatan derajat tertinggi (derajat kelima) dalam Church of Satan (Gereja Setan) bikinan Anton Svandor LaVey. Apakah ini menunjukkan bahwa mereka punya satu hubungan dekat? Mungkin saja, sebab ada beberapa referensi mengenai masalah hubungan antara Freemasonry dan Church of Satan, terutama terkait dengan simbol, yang belum akan saya bahas disini, mohon maklum.

i. halaman 105, bab tentang KNIGHTS TEMPLAR, pada paragraf pertama disebutkan bahwa “para Templar mempelopori banker modern dengan menemukan sistem kredit”. Perlu dijelaskan bahwa, memang sistem perbankan modern – hampir disepakati secara umum oleh para peneliti masalah Secret Societies and Conspiracies – diadopsi dari sistem yang digunakan Templar. Namun John J. Robinson dalam bukunya BORN IN BLOOD: halaman 74, menyatakan bahwa kegiatan keuangan yang dilakukan para Templar tidak sepenuhnya sesuai dengan kegiatan perbankan yang kita kenal sekarang (penjelasan mengenai masalah ini akan saya sampaikan dalam artikel lain, insyaAlloh).

Pada halaman 111, disebutkan bahwa Templar difitnah Philip IV yang berhasil meyakinkan Paus Clement V bahwa Templar mengancam eksistensi kepausan, sehingga memicu penghapusan besar-besaran terhadap Ordo ini. Argumen ini sering dipakai kalangan Gereja yang melakukan pembelaan terhadap Templar yang “digambarkan secara salah” dalam novel THE DA VINCI CODE karya Dan Brown. Argumen lain yang sering dipakai oleh para pembela kesucian Templar yaitu, Paus Clement V tidak berdaya ketika Philip IV memaksa untuk membubarkan Templar [baca dalam THE DA VINCI CODE DAN TRADISI GEREJA: halaman 129-130, karya Nancy de Flon dan John Vidmar, terbitan Kanisius, misalnya. Buku itu sangat mencengangkan karena selain membela Templar – yang sebenarnya juga membantai kaum Yahudi dan Kristen dalam invasi mereka ke Yerusalem – pengarangnya juga memuat “fakta” yang menyebabkan Perang Salib terjadi, yaitu karena pada tahun 1009 hakim memerintahkan penghancuran Holy Spulchre Church di Yerusalem, dan sampai tahun 1014 sekitar 30.000 Gereja di Yerusalem dibakar atau dijarah (halaman126 buku itu). Ini fakta yang mengejutkan saya karena hampir di setiap referensi tentang Crusade – baik dari penulis muslim maupun non muslim – pemicunya adalah kaum Kristen. Emang ada 30.000 Gereja ya di Yerusalem waktu itu? Kok saya belum tahu hal itu sebelum ketemu buku pembela Templar itu? Bisakah saya meminta daftar ke 30.000 gereja itu, karena Islam melarang muslim untuk, salah satunya, mengganggu orang yang berlindung di tempat ibadah termasuk Gereja. Kalau benar itu dibakar dan dijarah muslim, gila bener tuh muslim.]

j. Secara umum buku ini kurang lengkap karena, meski mencantumkan 21 organisasi perusak dunia, namun tidak mencantumkan beberapa secret societies yang juga berpengaruh seperti: Thule Society, Kabbalah, Theosophy, Jesuit, Zionist, organisasi-organisasi intelijen seperti CIA, MI-5, MI-6, MOSSAD, KGB, Royal Society (Mystery School/Invisible College), dan masih banyak lagi. Melihat ketebalan buku yang hanya 212 halaman saja, judul terjemahannya terkesan seperti dipaksakan karena tidak memakai kata ikhtisar / pengenalan ringkas / semacamnya. Dibandingkan dengan buku berjudul SECRET SOCIETIES: INSIDE THE WORLD’S MOST NOTORIUS ORGANIZATIONS karya John Lawrence Reynolds tebalnya sampai 320 halaman meski hanya membahas 14 secret societies, atau RULE BY SECRECY: THE HIDDEN MYSTERY THAT CONNECTS THE TRILATERAL COMMISSION, THE FREEMASONS, AND THE GREAT PYRAMIDS karya Jim Marrs yang berketebalan 468 halaman, buku ini hanya menjadi semacam pengantar saja, tak lebih.

Sementara ini saja dulu. Untuk secret societies lainnya akan saya bahas dalam lanjutan artikel ini, KRITIK TERHADAP TERJEMAHAN BUKU SECRET SOCIETIES TERBARU (BAGIAN II), insyaAlloh, termasuk daftar referensi yang saya pakai dalam menulis kritik ini. Saat ini saya masih ada beberapa kesibukan, dan perlu diingat, mengkritik suatu buku lebih mudah daripada menulis suatu buku itu sendiri. Jangan menganggap bahwa seorang kritikus, termasuk saya sendiri, merupakan orang yang paling pakar dalam masalah ini. Walau bagaimanapun saya juga bisa salah, karena itu kaum Muslimin diminta untuk ber “Amar Ma’ruf Nahi Munkar.” Saya, walau bagaimanapun insyaAlloh berada dalam satu front dengan Michael Bradley yang menentang Secret Societies dan Conspiracies (Conspirators). Saya sangat menghargai karya-nya ini sebagai sebuah sumbangan intelektual yang cukup berharga, sebagaimana saya ingin tulisan-tulisan saya dihargai. InsyaAlloh karena kecintaan saya pada ilmu pengetahuanlah yang mendorong saya menulis artikel ini. Saya juga sangat menghargai hasil terjemahan ini sebagaimana hasil terjemahan-hasil terjemahan saya terdahulu ingin dihargai, sebagaimana saya menghargai profesi penerjemah sebagai mujahid-mujahidah dalam masalah penyampaian ilmu pengetahuan, karena tanpa mujahadah (bersungguh-sungguh), tidak mungkin seseorang menjadi penerjemah. Jika ada kata-kata saya yang menyinggung anda-anda dalam profesi sebagai penerjemah, mohon maafkan saya. Jika ada penerbit mau mempercayakan kepada saya (dan team) untuk menerjemahkan atau menyunting karya terjemahan tentang Secret Societies atau Conspiracies, insyaAlloh saya (kami) siap, supaya artikel-artikel semacam ini tidak perlu muncul lagi, dengan catatan, trauma saya dan teman-teman saya sesama penerjemah mengenai penghargaan profesi seperti yang pernah kami alami dulu bisa dihindarkan.

Berkenaan dengan ilmu pengetahuan, semoga hadits-hadits berikut bisa menjadi renungan:

Menuntut ilmu wajib atas tiap muslim (baik muslimin maupun muslimah). (HR. Ibnu Majah)

Seorang Arab Badui bertanya, “Kapankah tibanya kiamat?” Nabi Saw lalu menjawab, “Apabila amanah diabaikan maka tunggulah kiamat.” Orang itu bertanya lagi, “Bagaimana hilangnya amanat itu, ya Rasulullah?” Nabi Saw menjawab, “Apabila perkara (urusan) diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah kiamat.” (HR. Bukhari))

Barangsiapa ditanya tentang suatu ilmu lalu dirahasiakannya maka dia akan datang pada hari kiamat dengan kendali (di mulutnya) dari api neraka. (HR. Abu Dawud)

Yang aku takuti terhadap umatku ada tiga perbuatan, yaitu kesalahan seorang ulama, hukum yang zalim, dan hawa nafsu yang diperturutkan. (HR. Asysyihaab)

Orang yang paling pedih siksaannya pada hari kiamat ialah seorang alim yang Allah menjadikan ilmunya tidak bermanfaat. (HR. Al-Baihaqi)

Sedikit ilmu lebih baik dari banyak ibadah. Cukup bagi seorang pengetahuan fiqihnya jika dia mampu beribadah kepada Allah (dengan baik) dan cukup bodoh bila seorang merasa bangga (ujub) dengan pendapatnya sendiri. (HR. Ath-Thabrani)

Saling berlakulah jujur dalam ilmu dan jangan saling merahasiakannya. Sesungguhnya berkhianat dalam ilmu pengetahuan lebih berat hukumannya daripada berkhianat dalam harta. (HR. Abu Na’im)

Terimakasih kepada segenap pihak yang meminta pada saya untuk menulis artikel kritik ini. Amanah dari anda sekalian baru saya jalankan sekitar separuhnya saja. Mohon bantuan doanya supaya ada kesempatan dan kekuatan untuk menulis lanjutannya. (insyaAlloh to be continued…)


Responses

  1. masalah bahasa nampak sepele, tetapi banyak konspirasi dalam hal bahasa, hati2!

  2. lha kalo orang yang masih awaam sekali mau tau dan belum tau istilah-istilah aslinya, pripun pak?

    bukunya memang bagus. Tapi mungkin karena kesalahan2 di dalamnya,. dianggap tak terlalu berbahaya,..

    di Gramedia (Kompas grup aja ada!,..)

  3. masalah bahasa nampak sepele, tetapi banyak konspirasi dalam hal bahasa, hati2!

    #
    mmmm….. kok jadi ambigu yo..?
    saya anak bahasa sejak sma lho. comment anda OK, tapi ngambang (khas Mason dalam membuat bingung pencari kebenaran).
    sejak dulu bahasa memang dijadikan alat menjajah. apalagi saat ini. ketika anda membaca buku2 teosofi punya orang yang dekat dengan Blavatsky (yang tidak pernah diekspos orang-orang mason/teosofi, anda pasti kaget. soalnya bahasa Indonesianya lebih bagus dan baku. jauh sekali dari bahasa Indonesia sekarang.

    dan bahasa Inggris yang kita pelajari cenderung ke AmE bukan BrE. kenapa ye? sejak ada perjanjian dengan pihak USA (rezim) padahal pendahulu kita dulu lebih banyak condong ke BrE.

    tapi anda meminta kita hati-hati dengan siapa Mason-kah?
    Agung-kah?
    atau
    Anda-kah?

    ——————————————–
    lha kalo orang yang masih awaam sekali mau tau dan belum tau istilah-istilah aslinya, pripun pak?

    bukunya memang bagus. Tapi mungkin karena kesalahan2 di dalamnya,. dianggap tak terlalu berbahaya,..

    di Gramedia (Kompas grup aja ada!,..)

    #
    Ya banyak baca to tulip. ga bisa/bingung ya tanya.

    bukunya bagus?
    bagus cover sama cetakanya ya iya?
    Isinya? dubraaaak!!!! pro mason abis.
    aneh tenan, wong udah kebukti keliru kok masih pake ngeyel “tapi Tapi mungkin karena kesalahan2 di dalamnya”
    pake standar ganda lagi: “dianggap tak terlalu berbahaya,..”

    harusnya itu menjadi contoh adanya conspiration eeeh conspiracy dalam dunia pendidikan, percetakan, de el el…eeeeel.

    di Gramedia (Kompas grup aja ada!,..)

    huh setali tiga uang!!!
    kompas memang tukang “ngompas”
    di shopping center aja, buku yang harusnya dijual penjual di shopping sendiri masih juga dibeli orang gramedia, trus di jual lagi di gramed dengan harga yg lebih tinggi.
    grrrrrrrr……

  4. To Konspirasi 2012:

    Setuju mas. Bukti gampangnya, kata (maaf) perek atau lonte aja dihaluskan menjadi PSK, pekerja seks komersial, atau kata (maaf) bajingan aja dihaluskan menjadi pria hidung belang, sehingga pelakunya tidak merasa melakukan perbuatan dosa. Ini dibahas juga oleh Ustadz Hartono Ahmad Jaiz dalam bukunya WANITA, JODOH, POLIGAMI, PERSELINGKUHAN (atau apa ya, saya kurang ingat persisnya). Benar, kita harus hati-hati. Saya pernah membaca satu novel terjemahan yang ada pengantarnya dengan kalimat “KATA-KATA DAPAT MENIMBULKAN PERTUMPAHAN DARAH”. Waspadalah…

    To tulip itu indah:

    Ya itulah repotnya awam. Sebenarnya tidak perlu seperti itu kalau saja kita mau membaca lebih rajin. Saya teringat catch-phrase dari mr Joe untuk menerangkan kapasitas beliau dalam konspirasi, “saya bukan profesional, tapi juga bukan amatir.” Jadi banyaklah membaca dan tadabbur. Dari tampilannya buku tersebut memang bagus. Masalah kesalahan, kita semua manusia tidak luput dari kesalahan, tapi sungguh bego kalau kita tidak berusaha meminimalisir kesalahan sebelum melempar sebuah produk ke publik. Semoga artikel ini berguna untuk para penerjemah dan penerbit.

    To BrE_AmE:

    Dahsyat banget komentar anda. Tapi saya sepertinya perlu meluruskan sedikit hal yang saya rasa janggal. Berikut respons saya:

    “mmmm….. kok jadi ambigu yo..?
    saya anak bahasa sejak sma lho. comment anda OK, tapi ngambang (khas Mason dalam membuat bingung pencari kebenaran).” =>Masalah anak bahasa sejak SMA kita sama, tapi saya ngga lihat ada yang ambigu kok. Kayaknya anda salah membaca atau kurang lengkap memahami kalimatnya ya. Khas mason? Waduh, anda sepertinya belum melihat blog Konspirasi 2012 yang anti mason ya? Duh gawat anda nih. Istighfar saudara…

    “sejak dulu bahasa memang dijadikan alat menjajah. apalagi saat ini. ketika anda membaca buku2 teosofi punya orang yang dekat dengan Blavatsky (yang tidak pernah diekspos orang-orang mason/teosofi, anda pasti kaget. soalnya bahasa Indonesianya lebih bagus dan baku. jauh sekali dari bahasa Indonesia sekarang.” => Sejak kapan ya mas? Buku-buku Theosophy punya orang dekat Blavatsky? Yang mana ya? Kalo boleh tahu, apa judulnya? Bahasa Indo-nya lebih bagus? Wah, saya jadi tertarik. Pinjem dong. Anda mempermasalahkan bahasa, tapi bahasa anda sendiri dalam penglihatan saya kelihatan acak-acakan deh (no hard feeling ya…)

    “dan bahasa Inggris yang kita pelajari cenderung ke AmE bukan BrE. kenapa ye? sejak ada perjanjian dengan pihak USA (rezim) padahal pendahulu kita dulu lebih banyak condong ke BrE.” => berapa persen sekolah indonesia yang mengajarkan British English? Setahu saya memang mayoritas diajari American English kok. Wah, maniak British boleh aja, tapi jangan mencela American dong… Saya berani taruhan (eh ngga ding, dosa, hehe…) anda kenal bahasa Inggris melalui film-film atau lagu-lagu pake bahasa Inggris Amerika, karena sangat jarang yang pake British English.

    “Ya banyak baca to tulip. ga bisa/bingung ya tanya.

    bukunya bagus?
    bagus cover sama cetakanya ya iya?
    Isinya? dubraaaak!!!! pro mason abis.
    aneh tenan, wong udah kebukti keliru kok masih pake ngeyel “tapi Tapi mungkin karena kesalahan2 di dalamnya”
    pake standar ganda lagi: “dianggap tak terlalu berbahaya,..””=>isinya pro mason abis? Anda baca buku apa ya? Si Bradley tuh malah keliatan banget anti conspiracy & secret societies termasuk mason loh. Wah, baca yang cermat jangan grusa grusu dong, tergesa-gesa sifat syaithon katanya.

    “harusnya itu menjadi contoh adanya conspiration eeeh conspiracy dalam dunia pendidikan, percetakan, de el el…eeeeel.”=>saya rasa belum ada konspirasi dalam penerbitan buku ini, selain semata-mata kekurangan wawasan dalam masalah ini saja.

    “di Gramedia (Kompas grup aja ada!,..)

    huh setali tiga uang!!!
    kompas memang tukang “ngompas”
    di shopping center aja, buku yang harusnya dijual penjual di shopping sendiri masih juga dibeli orang gramedia, trus di jual lagi di gramed dengan harga yg lebih tinggi.
    grrrrrrrr……”=>wah, ketahuan anda orang jogja seperti saya. Kalo bisa kapan kita ketemu, saya kasih tau cara kasih komentar yang sistematis, struktural, dan padat isi, jangan pake bahasa berantakan gitu dong.

    BTW, makasih udah mampir dan comment ya. Semoga comment anda yang akan datang bisa lebih bagus lagi bahasanya, jangan malu-maluin anak Bahasa yaaa…. :-)

  5. ampun2,…

    saya memang laggi belajar,..

    orang bingung jangan dimarah-marahi to,..

    jadi ciut saya,..

    (eh, ndak ding,.. ndak boleh ciut!

  6. pengen ikutan nerjemahin bole ga mas agung?
    blog mas saya taut ya di blog saya

  7. waduh skrg saya jd jarang menyentuh dunia secret-society krn sibuk bljr -_-lll
    kebanyakan buku itu udah ref sejak lama ya? saya pernah nemu buku ttg freemason di bandara harganya 350rb.. bagus jg… judulnya “Guide to Freemasonry” kalo ga salah…
    kalo emang disadari.. buku2 kebanyakan pake AmE.. BrE jaraang .. apalagi di felem2… kecuali yang ketara paling di “HarPot”..
    saya masi perlu byk bljr..
    ngomong2 saya mau ngikutin jalannya Pak Joe Jussac kerja di CD Deplu…
    pengen ngeliat dunia ini scr lebih dekat dan luas..

  8. to tulip itu indah:

    Bener dik, ngga boleh ciut. Dia ngaku anak bahasa (Inggris kayaknya) tapi bahasa Indonesianya aja acak-acakan gitu kok. hehehehehehe…

    to neorhazes:

    boleh boleh boleh, monggo kemawon lho yen badhe dipun blogroll… Emang referensinya agak tua, soalnya kalau yang baru saya yang pontang-panting nyari duitnya. Kalau ingin ikuti jejak mr Joe, saya pernah dipesanin, “siap-siap makan hati.” hehehehe.

  9. masalah bahasa nampak sepele, tetapi banyak konspirasi dalam hal bahasa, hati2!

    benar itu!!
    eh maaf, betul itu!!

  10. Mas Agoeng :

    Bisa ulas sedikit “Khazarian Jews” ?
    Saya kira erat hubungannya dgn Secret Society tsb diatas.

    Thx.

  11. Hi there, eee, sok Inggris ya bhs PENJAJAH tengik! Satu masukan pro Agung; di artikelmu ada kutipan ttg pemilih terbanyak or like that lah. Semua BUKA QA, lupa ayat mana di surah mana: ALLAH Sing Gawe Urip Mahaperkasa Paling Canggih SiasatNya telah memberitahu kita yg berani menepuk dada MUSLIM. Aku mah “Muslim” pake tanda kutip, krn jadi MUSLIM beneran ga gampang and ga simpel doel! Artinya MUSLIM is THE ONE WHO SUBMITS to seluruh ATURAN Allah SWT! Titik. Lha kalo kita lebih sering menomorsejutakan HAK-NYA untuk DISEMBAH lima waktu TEPAT WAKTU tiap hari, itu mah hardly a MUslim. Ya toh? Kembali ke ayat tadi, begini kira2″ jangan PERCAYA kepada KEBANYAKAN orang (artinya MAYORITAS) karena mereka itu SALAH alias ga bener! Cari, lgi, ayatnya dong aku bukan KIYAI (juntrungnya dari mana pula itu istilah, maka kawan lama mengartikan, dan MENOLAK dipanggil kiai, dia artikan Kelompok INGKAR ANTI Islam.

    Jangan marah, lantas kirim JIN sesat kafir munafik ke beliau dan saya, sebab pelindung kami yg BIKIN para JIN! Fakta, baca bukunya Ustad Jaiz tentang para KIAI yang dipertuhankan. FAKTA: banyak Kiai KLENIKAN SESAT berkongsi dgn para JIN EDAN! Banyak KIAI SESAT aias KIAI MENYAN ngisikan “ilmu2 Setan” ke para preman nihilis konyol. Mau bukti? Insha Allah masih diberiNYa umur, angkan saya ungkap tuntas di buku saya kelak. Amin.

    Ada KIAI pathetic, belum menginjakkan kiki di MAKKAH, wani wanine berhujjah setelah sebuah ritual KONYOL non SESAT di satu desa di JATENG 3 th yl, begini ucapnya: “Mugi3 kala wau nika Kanjeng Rasul saw kersa ngrawuhi kita kita (Semoga bbrp waktu yl itu Rasulullah s.w. berkenan hadir di tengah2 kita). Lha rak yo wong edan to mengajarkan kesesatan macam itu??

    DEMI ALLAH (4x) itu saya dengar dgn kuping saya dan hamba saksikan dewe. Batin saya seketika: “Teneh Nabi besar kita macam jaelangungk bae rek! Wong kentir ga ketulungan! Ampun deh. Ada lagi di pedalaman JABAR, sorang Kiai pengasuh Ponpes gak kecil Ahl-Sunnah Wal Jama’ah, ga saya tanya umuk alias ujub telah naik haki pula. Walah, gimana saya tanyakan. Jawabnya: Jawabnya very STUPID moronic, “Diajak SUNAN KAIJAGA secara ghaib.” Ini mah ustad SETAN penipu nan ulung ahl neraka jika ga bertobat!

    Malam itu, pk. 24.00 WIB ia pamitan mau menemui para tamu dia, yaitu 10 JIN dan 1 MALAIKAT di kamar kecil yg biinya saja ga boleh masuk, apalagi wong gemblung Ucup ya Gung?

    Pagi hari sebelumnya, saya dan muridnya serta satu anak kecilnya lelaki makan pagi hanya dgn semanci kecil mie instang puls gereh alias itu, rese, ikan2 nano kecil2 asin… Lha kok untuk para tamu ghaibnya itu, istrinya disuruh siapkan bbrp piring buah pisang, nasi ds, Lha langsung aku mikir to ya Gung, teneh aku dapat buka Cafe Jin! Hahahaha….

    Sing mboten2 wae…..

    Rumah kami penuh JIN kenthir dan, insha Allah, yg MUKMIN. Ga jarang aki diganggu manakala jagi mlototin PC browsing atau pernah sajadahku ditarik etika usai salat malam pk. tiga pagi sdg dhikr. Ya tak pisuhi ta ya itu Jin eduan! Sekarang, jika datang ngganggu, kuancan TAK KLETAK! Kubacakan Ayat Kursi tujuh kalo modar kalian…..

    Wassalam, makasih den Agoeng Prabowo…

  12. Ee ralat lah banyak salah ketik maklum melek semalam kurang tidur tapi, alhamdulillah, ga mangkir salah WAJIB subuh lho.

    Tentang MAYORITAS, lha organisasi Islam mana yg paling getol ujub selaku organisasi TERBESAR di nkri????? Yg bagus berbahasa Ingrisnya, coba cari n baca jika masih ada ttg GROUP THINKING ya lebih banyak salahnya ketimbang bermanfaat. Kebanyakan gula pasir yo kelet alias lengket to, atau mblenger. Kebnayakan minum air, ya mbledug perut kita. Kebanyakan molor, ya telah subuh kita; kebanyakan pacar, mumet bagi wakuncar ta… pokoke ALLAH TIDAK SUKA YG BERLEBIH-EBIHAN. Ga percaya? Bukalah sama2 Al-‘Araf:55 ttg KESANTUNAN dalam NGAJI or berdua. Lha itu seabreg masjid mushola majels taklim di JAKARTA milik Kaum Nar Ummat, eee, keliru, NU, lha kok minimal pakai DUA loud spiker di kubah atau atapnya????? Emang tuhan mrk (aku ga katakan ALLAH) BUDEG alias peka??? Lha itu kan INKAR Sunnah dan INKAR Ayat?????

    Den Agoeng coba jika ada waktu meriset, siapa yg dulu2nya membuat aturan yg memerdekakan TIAP RW dirikan MASJID sehinga ummat terbelah?? Lihat cuma keyika Subuh wae, KOSONG paling satu shaf itupun ga penuh! Padahal shal minimal 20! Astaghfirullah!

    Makanya, aku selaku “Muslim” nan maha dha’if gak cepet2 bergenbira ketika punya kenalan sesama BERAGAMA Islam. Liat dulu MACAM mana shalat fardlunya??? Sama ga dgn yang DICONTOHKAN Kanjeng Nabi BEsar kita s.a.w.?

    Jika tidak, ya ahl-Bid’ah, sedangkan Bid’Ah dpt menjerumuskan kita kepada SHIRK. Gak percaya? Tanya kawan kita den Agoeng ini. Salaam
    (dulu) Raden Yusuf, tapi dibuang ayahku krn gak ada gunanya, apalagi buat NYOGOK Allah untuk masuk SorgaNya….. Wualah!

  13. ASSALAMUALLAIKUM.,…. saya Yaserio 28thn jaktim, saya pernah membaca buku “DAN BROWN-ANGEL & DEMONS” yg membahas ttg teror ILLUMINATI, saya memang tdk begitu mengetahui sejarah persaudaraan kuno ILLUMINATI tersebut. namun saya merasa tersinggung sebagai umat muslim dengan seorang tokoh “Hassassin” seorang tokoh pembunuh illuminati yg ada dibuku tersebut, Hassassin adalah seorang MOSLEM yg punya kebiasaan yg brutal dan orientasi sex yg brutal pula, sama sekali bukan sifat MOSLEM, namun sifat tersebut bisa saja terdapat pada org lain yg bukan MOSLEM, itu sifat buruk yg manusiawi. didalam buku tersebut seorang tokoh Hassasin yg katanya MOSLEM jelas saja dapat mencemarkan nama baik umat ISLAM dan semakin melekatkan sosok agama yg “teroris”. sangat disesalkan memang! namun kalo boleh saya mengkaji lagi dari lambang dan karakter illuminati tersebut, jelas itu bukan sifat2 MOSLEM, menurut saya itu adalah sifat yg jelas dari DAJJAL. bisa anad simak sebuah lambang pyramida dengan segitiga atasnya berlambang sebuah mata! didalam AL’QURAN diceritakan tentang DAJJAL seorang manusia yg jenius bermata satu, dan saya juga pernah membaca buku “muhammad isa daud” “Dajjal dan Segitiga Bermuda” kalo ga salah judulnya. disitu dibahas juga tentang logo pyiramida bermata satu seperti yg ada pada mata uang dollar tersebut. harapan saya ada pembahasan tentang perbedaan dan orientasi dalam sisi kesamaan dari sifat2 illuminati dan MOSLEM, saya sangat ingin tahu apakah benar dalam sejarah umat MOSLEM pada era Illuminati tersebut ikut andil dalam gabungan persaudaraan illuminati tersebut? kalo ada memang saya sangat ingin mengetahuinya, dan tolong beritahukan saya buku dan nama pengarangnya, agar saya bisa benar2 menyimpulkan perbedaan atau mungkin persamaan orientasi persaudaraan kuno ILLUMINATI tersebut dengan umat ISLAM pada era tersebut. trims salam persaudaraan modern! ;)
    WASSALAMMUALLAIKUM

  14. Mas Agung, kenapa blog konspirasi2012 tidak bisa diakses ya?
    makasih…

    Mas, kamu mmg TOP BGT

  15. Mas, bisa tolong review juga buku “Israel is not Real”?

    BTW tx for your ebook, its very…enlightening

  16. Ktika anda meralat kesalahan terjemahan, itu sangat memberikan pengetahuan yg berharga bg saya. Apresiasi dan simpati saya muncul. Pengecualian bgi saya ketika anda harus mengkritisi isi/ esensi dri beberapa buku2 yg beredar, saya rasa itu bukan ranah anda, seperti… 30rbu gereja, kriteria secret society…apakah kompetensi anda disitu? Penekanan pd profesi penerjemah di bag akhir,memaklumkan saya akan motif mulia dlm kritik terjemahan yg anda paparkan. Tpi mengkritisi bahkan memberi opini akan kriteria secret society, saya rasa bukan ranah anda. Apalagi dngn menggolongkan CIA, MOSSAD, KGB, sebagai secret society, saya rasa itu tdk tepat

  17. saya ingin mendapatkan TSu dan TSa nya, bisa untuk bahan penelitian. tp dimana y?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: